Rabu, 26 Agustus 2020

BLOG #8 | Malam Sebelum Hari Pengumuman SBMPTN

 Aku mengakhiri hari. Istirahat, rencanaku. Sampai akhirnya aku bertemu dengan sebuah playlist relaxing music. Instrumentasi piano yang indah dengan iringan suara rintik hujan. “Menenangkan hati.” pikirku. Aku mulai memejamkan mata dan memeluk guling sembari menghadapkan badanku ke sebelah kanan. Siapa sangka alunan indah tadi perlahan melembutkan hatiku. Aku memikirkan bagaimana kira-kira hasil SBMPTN besok. Bagaimana ya, kalau ternyata besok aku gak lulus.


“Tak apa. Kamu sudah berusaha dengan keras. Mengetahui hal itu seharusnya sudah cukup.”

“Nanti, jangan tanya aku, ya?”


Seharusnya kukatakan itu kepada beberapa temanku, yang mungkin akan penasaran dengan hasil SBMPTNku nanti. Namun, aku harap mereka tidak bertanya padaku. Karena, jika hubungan kita baik, aku akan dengan senang hati mengabari kabar bahagiaku kok.


Untuk Kak Fafa, Kak Ed, Kak Bas, Kak Cici, dan Acha.. Kalau memang kata “Selamat” yang kuterima nanti, aku pasti kabarin kalian kok. Tapi, kalau udah satu jam lebih  aku belum ngabarin apa-apa, jangan tanya, ya. Hm, in case kalian gak sadar dan tetap coba untuk ngehubungin aku di Whatsapp dan ternyata cuma centang satu, gapapa ya. Tandanya kata yang kuterima hari itu adalah kata “Semangat”, alih-alih “Selamat”. Kurasa aku tak cukup kuat untuk membuka HP jika memang itu yang terjadi. Mungkin eh pasti, aku sedang menangis. Tapi, kalian tak perlu khawatir. Karena tak apa, aku pun mempersilakan diriku untuk menangis.


Untuk teman-teman seperjuanganku, Dilla, Faras, Lena, Yina, Lona, dan yang lainnya, jika nanti kalian menanyakan hasilnya padaku, jika kalian lulus dan ternyata aku membaca pesan dari kalian saat itu juga, tandanya aku juga lulus. Namun jika ternyata pesan dari kalian centang satu dan tak kunjung kubaca, biarlah seperti itu. Aku hanya tidak ingin membaca lebih banyak kata “Semangat”. 


Kurasa seperti itu lebih baik.

Semoga pada akhirnya, kita bisa saling berbagi kabar bahagia, ya.



Salam hangat, 

Dea.


[update]

Ternyata aku belum ditakdirkan untuk berbagi kabar bahagia dengan kalian. Alih-alih, aku sudah mendengar kabar bahagia kalian semua. Untuk teman-temanku yang lulus, selamat ya! Usaha kalian bisa terbayarkan saat itu juga. Untuk teman-temanku yang masih akan berjuang denganku, aku harap kita bisa segera mendengarkan kabar bahagia juga, seperti mereka, ya! Tetap bertahan dan selalu semangat untuk menjadi versi terbaik dari diri kalian, apapun yang terjadi, ya? ^^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perihal Kata | Perkenalan #0

-Perihal Kata Serial laman blog berisi sekumpulan kata yang bersumber dari salah satu stranger paling berkesan yang pernah datang ke hidup S...