Just questions that i really want to ask for some people in my (3rd grade in JHS6) :
"Why? I know you dont like me. thats why I didn't come near you. I dont have any interactions with you, I respect your opinions about me. why can't you respect me? Why can't you leave me alone? Let me be myself that will never bother you(not even care about what you guys do). What have I done to you?"
BLOG INI BERISI HAL-HAL SEMACAM.......... Nggak. saya cuma pengen membagikan pengalaman hidup saya soalnya ada beberapa yang menarik seperti membuat saya sedih sekali, atau membuat saya menjadi senang sekali, siapa tau bisa membuat haru kamu yang gak sengaja ketemu blog ini, ok. makasih ye...
Sabtu, 13 Juli 2019
#BLOG 6 | Beberapa Orang Jahat di Kelas 9 Ku
Ya, saat kuceritakan tentang mimpiku untuk bisa berkuliah di ITB, aku sedikit menyenggol tentang beberapa orang yang pernah membuat mentalku down saat aku berada di kelas 9 dulu.
Mereka itu adalah beberapa anak di kelasku yang bisa dianggap '1 gang'.
Apa yang membuat mereka datang ke kehidupanku? apa yang mereka lakukan padaku? Apa dampak perbuatan mereka terhadapku?
Sedari dulu, aku selalu menganggap diriku anak yang peka terhadap lingkungan dan perasaan yang ada di sekitarku. Muncullah jiwa-jiwa peka ku yang mengatakan kalau '1 gang' itu datang hanya untuk menertawakanku, menjadikanku bahan ejekan mereka, menganggapku alay dan menjijikkan.
Mereka ada di titik dimana saat hasil undi tempat duduk keluar, mereka yang duduk di sampingku sengaja menukar angka yang mereka dapat. (Bisa karena sebagian dari mereka adalah perangkat kelas). Titik lainnya, saat hasil undi kelompok Bahasa Indonesia keluar dan ada yang sekelompok denganku, Ia kejang-kejang dan terasa sangat kecewa.
like, what the hell? what's freaking wrong with you? i'm not gonna eat you up or kill you when we're gonna make our task.
Saat itu aku bingung setengah mati, tak ada yang bisa ku lakukan selain kembali ke tempat dudukku dan menangis, aku nangis karena bingung kenapa reaksi dia ok parah banget, emang aku kenapa? itu yang ada di pikiranku.))
Orang-orang Brangsac itulah yang membuat mentalku down setiap kali berangkat ke sekolah. Mereka juga yang membuat diriku semakin gak percaya diri. Mereka yang buat aku sampai nangis setiap pulang sekolah dan minta dipindahin dari sekolah favorit itu padahal bentar lagi udah mau UN.
Buat kalian semua, Aku masih ingat rasanya sampai hari ini, mungkin sampai kapanpun aku masih akan ingat. Bukannya aku mau jahat tapi aku gak tau cara maafin kalian itu gimana. Lagian kita gak bakalan ketemu lagi, kok. itu di benakku.
Gara-gara mereka, Aku selalu sakit hati setiap kali ingat kalau hari-hari harus kulewati tidak bisa tanpa menginjakkan kaki di kelas itu. Alhasil, jelek lah nilaiku, di tambah beberapa orang dari mereka mencontek saat ujian sekolah dan UN. Gila kalian we.
Tapi terimakasih, karena kalian aku jadi selalu punya niat dan prinsip kalau aku harus berusaha lebih keras dan wajib untuk buktiin ke mereka dan diriku sendiri, kalau aku layak untuk bahagia. Salat satunya dengan menjadi orang sukses dan membahagiakan kedua orangtuaku.
Sekarang aku sedang duduk di kelas 2 SMA. Orang-orang jahat ituu tidak ada di sekitarku, hanya 2 orang dari mereka yang kebe-freaking-tulan sekelas denganku saat ini. Tapi tak parah. Mungkin karena mereka tak bersama '1gang' nya yang sekolah di tempat lain. Hahaha
Mereka itu adalah beberapa anak di kelasku yang bisa dianggap '1 gang'.
Apa yang membuat mereka datang ke kehidupanku? apa yang mereka lakukan padaku? Apa dampak perbuatan mereka terhadapku?
Sedari dulu, aku selalu menganggap diriku anak yang peka terhadap lingkungan dan perasaan yang ada di sekitarku. Muncullah jiwa-jiwa peka ku yang mengatakan kalau '1 gang' itu datang hanya untuk menertawakanku, menjadikanku bahan ejekan mereka, menganggapku alay dan menjijikkan.
Mereka ada di titik dimana saat hasil undi tempat duduk keluar, mereka yang duduk di sampingku sengaja menukar angka yang mereka dapat. (Bisa karena sebagian dari mereka adalah perangkat kelas). Titik lainnya, saat hasil undi kelompok Bahasa Indonesia keluar dan ada yang sekelompok denganku, Ia kejang-kejang dan terasa sangat kecewa.
like, what the hell? what's freaking wrong with you? i'm not gonna eat you up or kill you when we're gonna make our task.
Saat itu aku bingung setengah mati, tak ada yang bisa ku lakukan selain kembali ke tempat dudukku dan menangis, aku nangis karena bingung kenapa reaksi dia ok parah banget, emang aku kenapa? itu yang ada di pikiranku.))
Orang-orang Brangsac itulah yang membuat mentalku down setiap kali berangkat ke sekolah. Mereka juga yang membuat diriku semakin gak percaya diri. Mereka yang buat aku sampai nangis setiap pulang sekolah dan minta dipindahin dari sekolah favorit itu padahal bentar lagi udah mau UN.
Buat kalian semua, Aku masih ingat rasanya sampai hari ini, mungkin sampai kapanpun aku masih akan ingat. Bukannya aku mau jahat tapi aku gak tau cara maafin kalian itu gimana. Lagian kita gak bakalan ketemu lagi, kok. itu di benakku.
Gara-gara mereka, Aku selalu sakit hati setiap kali ingat kalau hari-hari harus kulewati tidak bisa tanpa menginjakkan kaki di kelas itu. Alhasil, jelek lah nilaiku, di tambah beberapa orang dari mereka mencontek saat ujian sekolah dan UN. Gila kalian we.
Tapi terimakasih, karena kalian aku jadi selalu punya niat dan prinsip kalau aku harus berusaha lebih keras dan wajib untuk buktiin ke mereka dan diriku sendiri, kalau aku layak untuk bahagia. Salat satunya dengan menjadi orang sukses dan membahagiakan kedua orangtuaku.
Sekarang aku sedang duduk di kelas 2 SMA. Orang-orang jahat ituu tidak ada di sekitarku, hanya 2 orang dari mereka yang kebe-freaking-tulan sekelas denganku saat ini. Tapi tak parah. Mungkin karena mereka tak bersama '1gang' nya yang sekolah di tempat lain. Hahaha
Minggu, 24 Maret 2019
#BLOG 5 | Mimpi Ku
Bismillahirrahmanirrahim...
Mimpiku adalah membuat kedua orangtuaku bangga telah membesarkanku.
Baru Ku sadari, ternyata tidak hanya sekali-duakali perasaan ini singgah di hatiku,
Setiap kali melihat Tweet/Postingan seseorang yang dengan bangganya menunjukkan prestasi mereka, ada yang dalam bentuk piagam, piala, sertifikat, bukti foto bersama orang-orang penting, air mata Ku selalu jatuh ditemani oleh sesaknya hati.
I wonder, why?
My self answered: "it hurts us, knowing that we have nothing to be passionate about, we don't even know things what we like, what kind of people are we gonna be in the future, we don't have any kind of ability and talent to do something.
What are we doing back then?
huft... izinkan aku menuturkan prestasi yang pernah ku dapatkan:
- Juara 2 Kelas 4 SD
- Juara 3 Kelas 6 SD
- Juara 2 Kelas 2 SMP
i think... that's all.
Sejak SD, aku memang tergolong anak yang tidak percaya pada diriku.
Selain diriku, aku juga tidak percaya pada kemampuanku. Aku menyesal telah merendahkan diriku sedari kecil. Karena imbasnya ya sampai ke diriku di kelas 2 SMA ini.
Aku selalu menangis, melihat postingan orang-orang berprestai di luar sana. Kurasa, Aku iri sama mereka? Aku bingung. Kenapa mereka bisa sedangkan aku tidak?
Jahat sekali aku, pernah menyalahkan mereka dan menganggap itu semua karena "priviledge" semata. Aku berfikir itu karena orang tua mereka yang bisa memfasilitasi fasilitas kehidupan yang lebih baik.
Padahal, kalau difikir-fikir, di luar sana pun banyak anak-anak yang tergolong berasal dari desa dengan fasilitas yang tidak sebaik di kota pun SANGAT-SANGAT berprestasi.
Aku kagum dengan mereka. Mereka pasti bekerja sangat keras untuk menggapai mimpinya. itu membuat tangisanku semakin deras dan dadaku semakin sesak melihatnya.
"Apa yang sebenarnya ku lakukan selama aku hidup? Kenapa tak sedikitpun prestasi ku torehkan dan membuat bangga kedua orang tuaku?" selalu terbesit di benakku.
Dan lagi, aku merendahkan diriku untuk ke sekian kalinya.
Aku benci diriku yang tidak percaya diri.
Aku benci diriku yang menganggap kami ini anak yang malas, walaupun itu benar.
Tapi, aku juga merasa ada jiwa-jiwa ambisius dalam diriku mengenai prestasi yang walaupun sulit kugapai.
Terakhir kali aku menjadi seorang pelajar yang ambisius adalah awal masuk kelas 3 SMP.
Aku masih ingat, aku tidak mengenal aliran musik tertentu yang membuatku kecanduan, tapi aku menyukai Anime saat itu.
Tergolong sering dan sangat senang menonton Anime genre kehidupan dan persahabatan, juga romansa bermodalkan sebuah laptop Acer dan Internet dari Speedy.
Walaupun aku suka menonton Anime, tapi prestasiku tidaklah turun. Aku masih berupa anak yang ambis saat itu. Sampai suatu titik, dimana mereka datang ke kehidupanku.
Mimpiku? Walaupun aku belum tau apakah aku mampu, saat ini aku ingin menetapkannya terlebih dahulu, dan aku ingin sekali BERJANJI kepada diriku sendiri, kalau kami akan berusaha untuk mewujudkannya apapun yang terjadi.
Aku ingin menjadi Mahasiswi Teknik Informatika - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika - Institut Teknologi Bandung.
Ibuku senang sekali kalau aku bisa menjalani perkuliahan di Bandung. Dia bilang di bandung dingin, sejuk dan aku tidak akan menyesal.
Walaupun dengan kemampuanku saat ini, aku tidak bisa mengejar mimpiku, tapi aku yakin dengan dukungan dari lingkungan sekitarku dan USAHA SERTA DOAKU, aku pasti dapat mewujudkannya suatu hari nanti.
AKU HARUS YAKIN. TAHUN 2020 LOLOS SBMPTN TEKNIK INFORMATIKA STEI ITB/TEKNOLOGI INFORMASI UGM.
AKU HARUS BELAJAR DENGAN GIAT SUPAYA BISA LOLOS DAN MEMBANGGAKAN KEDUA ORANGTUAKU.
AKU PASTI BISA.
USAHA TIDAK AKAN MENGHIANATI HASIL.
Untuk Aku, semangat, Ya!
Mimpiku adalah membuat kedua orangtuaku bangga telah membesarkanku.
Baru Ku sadari, ternyata tidak hanya sekali-duakali perasaan ini singgah di hatiku,
Setiap kali melihat Tweet/Postingan seseorang yang dengan bangganya menunjukkan prestasi mereka, ada yang dalam bentuk piagam, piala, sertifikat, bukti foto bersama orang-orang penting, air mata Ku selalu jatuh ditemani oleh sesaknya hati.
I wonder, why?
My self answered: "it hurts us, knowing that we have nothing to be passionate about, we don't even know things what we like, what kind of people are we gonna be in the future, we don't have any kind of ability and talent to do something.
What are we doing back then?
huft... izinkan aku menuturkan prestasi yang pernah ku dapatkan:
- Juara 2 Kelas 4 SD
- Juara 3 Kelas 6 SD
- Juara 2 Kelas 2 SMP
i think... that's all.
Sejak SD, aku memang tergolong anak yang tidak percaya pada diriku.
Selain diriku, aku juga tidak percaya pada kemampuanku. Aku menyesal telah merendahkan diriku sedari kecil. Karena imbasnya ya sampai ke diriku di kelas 2 SMA ini.
Aku selalu menangis, melihat postingan orang-orang berprestai di luar sana. Kurasa, Aku iri sama mereka? Aku bingung. Kenapa mereka bisa sedangkan aku tidak?
Jahat sekali aku, pernah menyalahkan mereka dan menganggap itu semua karena "priviledge" semata. Aku berfikir itu karena orang tua mereka yang bisa memfasilitasi fasilitas kehidupan yang lebih baik.
Padahal, kalau difikir-fikir, di luar sana pun banyak anak-anak yang tergolong berasal dari desa dengan fasilitas yang tidak sebaik di kota pun SANGAT-SANGAT berprestasi.
Aku kagum dengan mereka. Mereka pasti bekerja sangat keras untuk menggapai mimpinya. itu membuat tangisanku semakin deras dan dadaku semakin sesak melihatnya.
"Apa yang sebenarnya ku lakukan selama aku hidup? Kenapa tak sedikitpun prestasi ku torehkan dan membuat bangga kedua orang tuaku?" selalu terbesit di benakku.
Dan lagi, aku merendahkan diriku untuk ke sekian kalinya.
Aku benci diriku yang tidak percaya diri.
Aku benci diriku yang menganggap kami ini anak yang malas, walaupun itu benar.
Tapi, aku juga merasa ada jiwa-jiwa ambisius dalam diriku mengenai prestasi yang walaupun sulit kugapai.
Terakhir kali aku menjadi seorang pelajar yang ambisius adalah awal masuk kelas 3 SMP.
Aku masih ingat, aku tidak mengenal aliran musik tertentu yang membuatku kecanduan, tapi aku menyukai Anime saat itu.
Tergolong sering dan sangat senang menonton Anime genre kehidupan dan persahabatan, juga romansa bermodalkan sebuah laptop Acer dan Internet dari Speedy.
Walaupun aku suka menonton Anime, tapi prestasiku tidaklah turun. Aku masih berupa anak yang ambis saat itu. Sampai suatu titik, dimana mereka datang ke kehidupanku.
Mimpiku? Walaupun aku belum tau apakah aku mampu, saat ini aku ingin menetapkannya terlebih dahulu, dan aku ingin sekali BERJANJI kepada diriku sendiri, kalau kami akan berusaha untuk mewujudkannya apapun yang terjadi.
Aku ingin menjadi Mahasiswi Teknik Informatika - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika - Institut Teknologi Bandung.
Ibuku senang sekali kalau aku bisa menjalani perkuliahan di Bandung. Dia bilang di bandung dingin, sejuk dan aku tidak akan menyesal.
Walaupun dengan kemampuanku saat ini, aku tidak bisa mengejar mimpiku, tapi aku yakin dengan dukungan dari lingkungan sekitarku dan USAHA SERTA DOAKU, aku pasti dapat mewujudkannya suatu hari nanti.
AKU HARUS YAKIN. TAHUN 2020 LOLOS SBMPTN TEKNIK INFORMATIKA STEI ITB/TEKNOLOGI INFORMASI UGM.
AKU HARUS BELAJAR DENGAN GIAT SUPAYA BISA LOLOS DAN MEMBANGGAKAN KEDUA ORANGTUAKU.
AKU PASTI BISA.
USAHA TIDAK AKAN MENGHIANATI HASIL.
Untuk Aku, semangat, Ya!
Langganan:
Postingan (Atom)
Perihal Kata | Perkenalan #0
-Perihal Kata Serial laman blog berisi sekumpulan kata yang bersumber dari salah satu stranger paling berkesan yang pernah datang ke hidup S...
-
18 Tahun. Sebenarnya, aku nggak bisa mastiin apakah sekarang udah jam 12 atau belum(gak bisa lihat jam), tapi gak papa deh biarin aja. A...
-
Pengalaman masuk SMAN 3 -. Aku lulus Ujian Nasional SMP dengan nilai yang pas-pasan. Tapi karena adanya sistem rayon, alhamdulillah aku dapa...
-
Namaku Aisyah Putri Andini. Aku sangat suka hal-hal yang berbau Jepang. sambil berjalan, aku melihat pemandangan sekitar saat aku kelas 2 S...